Dancing Eyes – Game “Dewasa” Pertama Playstation Move

Reading time:
June 17, 2011
dancing eyes logo

Sejak kontroler berbasis gerakan menjadi salah satu fitur utama gaming, berbagai fungsi yang mampu dihasilkannya harus diakui berpotensi besar. Dari memaksimalkan pengalaman bermain,  menyediakan gameplay unik yang belum pernah ada sebelumnya, hingga hal-hal yang cenderung berorientasi negatif. Salah satu motion controller yang bersaing di industri game saat ini adalah Playstation Move. Walaupun penjualan dan dukungan gamenya masih belum terlalu luas, Sony tampaknya akan kehadiran salah satu senjata utama untuk membangkitkan Move. Tanggung jawab itu ada di Dancing Eyes.

Dancing Eyes sendiri adalah game yang pernah dirilis di tahun 1996 oleh Bandai Namco untuk mesin Arcade di Jepang. Kali ini mereka berusaha menghidupkannya kembali dengan animasi dan kualitas grafis yang tentu saja jauh lebih baik di Playstation 3. Jadi apakah sebenarnya Dancing Eyes itu? Mengapa ia mungkin menjadi game favorit pria untuk Playstation Move? Well, saatnya memberikan Anda sedikit pencerahan.

dancing eyes1 dancing eyes dancing eyes2

Di Dancing Eyes, Anda berperan sebagai seekor kera kecil yang bergerak di atas tubuh seorang gadis. Dengan sistem permainan yang tidak jauh berbeda dibandingkan Pacman, Anda diharuskan untuk menghancurkan setiap polygon yang ada. Caranya? Dengan menentukan titik, bergerak menarik garis, dan tiba di titik yang sama lagi. Reward-nya? Polygon-polygon ini sebenarnya merepresentasikan pakaian si gadis. Jadi setiap polygon yang hancur sama dengan bagian pakaian tubuh yang hancur. Benar sekali, itulah tujuan utama game ini. Melucuti pakaian dengan halus.

Dancing Eyes tidak akan memperlihatkan ketelanjangan yang eksplisit. Para wanita ini masih akan dibalut dengan pakaian dalam yang tentu saja akan memperlihatkan tingkat sensualitas tertentu. Gamer dapat memilih dan menentukan wanita mana yang akan menjadi korban. Wanita-wanita ini akan hadir dengan pakaian-pakaian yang tentu saja akan menarik perhatian para pria. Dengan dukungan Move dan suara “manja” dari setiap gadis yang ada, apakah Anda (khususnya gamer pria) sudah mulai melirik game ini?

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

“Laptop Premium Idaman” itu harusnya kaya gini nih! Desainnya cantik,…
July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…
July 20, 2026 - 0

Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling

“Kalau punya duit 5 jutaan, dapat Laptop seperti apa?” “Bisa…
July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Dell jualan laptop bisnis terjangkau di Indonesia? Iya, kalian gak…

Gaming

August 1, 2026 - 0

Zelda: Ocarina of Time Remake Diprediksi Akan Rilis Dekat Dengan GTA 6

Zelda: Ocarina of Time Remake diprediksi akan rilis pada 2026,…
August 1, 2026 - 0

Sony Berikan Respons Terkait Protes Penghentian Game Disc di 2028

Sony merespons protes soal penghentian game fisik PlayStation, tetapi memastikan…
August 1, 2026 - 0

Sony Pastikan Pasokan Chip PlayStation Aman di Tengah Krisis Komponen

Sony pastikan pasokan chip untuk tahun fiskal ini aman, supaya…
August 1, 2026 - 0

Zelda: Ocarina of Time Berhasil Berjalan Native di iPadOS

Developer memanfaatkan AI untuk membawa Zelda: Ocarina of Time berjalan…