Apple Sensor Game iOS Bertema Tragedi Foxconn

Reading time:
October 15, 2012
in a permanent save state

Harus disadari, bahwa sebagian besar teknologi yang kita gunakan saat ini merupakan produk komersial yang tidak hanya dikerjakan oleh mesin, tetapi juga manusia-manusia pekerja di dalamnya. Oleh karena itu, kondisi dan lingkungan kerja yang mendasari proses pengerjaan ini seringkali menjadi pusat perhatian, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga para calon konsumen. Ia menjadi isu sensitif yang dilihat sebagai ancaman bagi para perusahaan raksasa, khususnya mereka yang memang sudah terbukti tidak mampu menyediakan lingkungan kerja yang manusiawi. Demonstrasi anarkis, tingkat stress tinggi, dan beberapa kasus bunuh diri yang terjadi di Foxconn menjadi representasi yang nyata akan hal ini. Sebuah kondisi yang mulai dilihat oleh Apple sebagai ancaman terhadap kredibilitas mereka.

Apple bahkan tidak segan untuk melakukan sensor terhadap aplikasi yang berusaha “membuka” luka lama ini. Hal inilah yang mereka lakukan terhadap game surealis terbaru racikan Benjamin Poynter – In a Permanent Save State. Game dengan tampilan yang indah ini memang mengandung konten yang cukup kontroversial. Alih-alih menciptakan sebuah permainan yang menyenangkan, In A Permanent Save State justru didesain untuk menyoroti sisi gelap sebuah korporasi raksassa. Anda akan menjalani cerita sebagai tujuh pekerja Foxconn yang bunuh diri di tahun 2010 silam. Menyusuri kehidupan setelah kematian, Poytner ingin menimbulkan rasa empati terkait tragedi yang menyedihkan yang satu ini.

in a permanent save state

Sebagai perusahaan manufaktur sebagian besar “jeroan” dari produk mereka, tragedi Foxconn tentu menjadi masalah yang sensitif bagi Apple. Benar saja, hanya dalam waktu satu jam sejak dirilis, game Benjamin Poynter – In A Permanent Save State ditarik secara diam-diam dari Application Store. Game ini diduga melanggar salah satu kebijakan App Store, yang salah satunya mengharuskan aplikasi untuk tidak  menyerang ras, budaya, pemerintahan, atau korporasi tertentu. Sebuah syarat yang tentu saja tidak dapat dipenuhi oleh game bermuatan politis berat yang satu ini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 11, 2026 - 0

PS Plus Akan Hadirkan FFXVI Pada Katalog Pertengahan Juni 2026

Sony mengumumkan daftar game baru PS Plus Game Catalog untuk…
June 10, 2026 - 0

Xbox Siapkan Opsi Game Pass Baru yang Lebih Fleksibel

Xbox dikabarkan tengah menyiapkan opsi berlangganan Game Pass baru yang…
June 10, 2026 - 0

Rumor: Kingdom Hearts IV Diklaim Target Rilis Pada 2027

Bocoran yang berasal dari listing sejumlah retailer Australia mengindikasikan Kingdom…
June 10, 2026 - 0

Pemain Destiny 2 Penuhi Server Kala Update Terakhirnya Rilis

Update penutup Destiny 2 berhasil menarik gelombang pemain dalam jumlah…