OC Haswell Dengan Chipset Murah, Part 1: MSI B85-G43

Reading time:
August 24, 2013
B85chipset

Overclocking, sebuah teknik modifikasi PC untuk mendapat performa lebih tinggi, sering dilakukan banyak pengguna PC yang membutuhkan kinerja lebih. Seringkali, banyak pengguna PC yang membeli komponen PC lebih murah, lalu meng-overclock-nya untuk mendapat performa lebih baik dari harga yang dibayarkan. Sayangnya, jika kita berbicara mengenai platform Intel, sejak kemunculan arsitektur Sandy Bridge tahun 2010 akhir, overclocking menjadi sesuatu yang harus ‘dibayar’, karena untuk melakukan overclocking prosesor, si pengguna diharuskan membeli prosesor K-series dan juga motherboard dengan chipset tertentu (P67 dan Z68 pada jamannya). Dengan ini, overclocking untuk mendapat performa lebih dengan harga murah sudah tidak bisa lagi dilakukan.

Akhir-akhir ini, dunia overclocking digemparkan dengan adanya kemungkinan melakukan overclocking prosesor Intel Haswell dengan motherboard berchipset murah. Karena sebuah bug pada microcode, beberapa motherboard dengan chipset H87, B85, dan H81, sekarang bisa mengenali prosesor Intel Haswell seri-K dan melakukan overclocking dengan metode penggantian CPU Multiplier. Intel dikabarkan tidak setuju akan praktik overclocking ini dan mengeluarkan update microcode untuk membuat motherboard dengan chipset seri ‘H’ dan ‘B’ kembali tidak bisa melakukan overclocking.

Namun, menurut informasi yang kami terima dari berbagai toko komputer dan vendor motherboard, update microcode dari Intel sampai saat artikel ini ditulis belum diterapkan, dan berbagai motherboard berchipset H87, H81, dan B85 masih memiliki fitur overclocking. Berbekal rasa penasaran, kami pun membeli dua buah motherboard, yang satu berchipset B85, dan yang satunya lagi berchipset H87, untuk mencari tahu lebih jauh mengenai overclocking di chipset ini.

Pada artikel berikut, Anda bisa membaca bagian pertama dari eksperimen kami dengan motherboard berchipset B85.

 

Spesifikasi Chipset Intel B85

B85 diagram, kilk untuk memperbesar
B85 diagram, kilk untuk memperbesar

Chipset B85, ditujukan Intel bagi pengguna kantoran yang menginginkan motherboard berharga terjangkau dan hanya memiliki fitur-fitur basic. PCH(chipset) Intel B85 tidak memiliki RAID support, hanya bisa menggunakan konfig grafis PCIe 1×16 (namun kadang ada vendor yang memberikan support crossfire mode 16x + 4x berbekal PCIe lane dari PCH), dan memiliki dukungan DDR3 hingga DDR3-1600Mhz saja. Untuk fitur lengkapnya, Anda bisa menyimak tabel dibawah ini:

*klik untuk memperbesar*
*klik untuk memperbesar*
Limitasi kecepatan memori di DDR3-1600
Limitasi kecepatan memori di DDR3-1600

 

Dengan fitur yang minim, biasanya motherboard berchipset B85 memiliki harga relatif murah, jauh dibawah motherboard berchipset Z87. Fitur Overclocking, meskipun ‘tidak resmi’, tentu membuat motherboard B85 sedikit lebih menarik di pandangan berbagai overclocker berkantong tipis (seperti kami :p).

Motherboard Pilihan : MSI B85-G43

Meskipun tema kali ini adalah overclocking dengan motherboard murah, namun kami tetap memiliki standar tertentu dalam memilih motherboardnya, tentunya untuk menjamin durabilitas motherboard tersebut selama overclocking dijalankan. Pilihan motherboard B85 kami jatuh kepada : MSI B85-G43.

DSC00527ss
Gambar resolusi tinggi, klik untuk memperbesar
Gambar resolusi tinggi, klik untuk memperbesar
DSC00533ss
VRM 6-phase untuk VCC_IN, dan dilengkapi heatsink untuk menjaga suhunya saat CPU di-overclock
VRM 6-phase untuk VCC_IN, dan dilengkapi heatsink untuk menjaga suhunya saat CPU di-overclock

Dengan harga kurang dari US$120, MSI B85-G43 mengusung spesifikasi yang cukup baik. MSI memberikan 2x PCIe 16x untuk opsi Multi-GPU(hanya Crossfire, berjalan di mode 16x dan 4x, 16x dari PCIe Controller pada CPU, 4x dari PCIe Controller pada chipset), dan juga beberapa opsi ekspansi tambahan, mulai dari legacy PCI , PCIe 1x, 6x SATA, dan 4 USB 3.0 (2 di bagian I/O, 2 melalui front panel header).

Namun yang benar-benar membuat kami tertarik memilihnya adalah desain VRM/Regulator Daya 6-phase , dan MOSFET yang diberi Heatsink untuk melepas panas. Banyak motherboard murah yang tidak memberikan opsi ini , walaupun agak wajar, karena motherboard seperti ini tidak didesain untuk overclocking.

Ruang Lingkup & Metode Pengujian

Pengujian kami kali ini cukup sederhana, yakni:

  • Memastikan CPU Core i5-4670K kami bisa di-overclock, dengan target 4.4 Ghz dan harus lolos uji stabilitas LinX 0.6.4
  • Memberikan step-by-step overclocking di MSI B85-G43
  • Menguji beda performa antara platform B85 dengan Z87

Prosesor yang kami pilih adalah Core i5-4670K, karena pengguna chipset murah B85 dan H87 lebih mungkin memilih Core i5 dibanding Core i7. Pengujian performa dengan motherboard Z87 kami lakukan untuk menguji beda performa antara platform Z87 yang bisa melakukan overclocking memori DDR3 diatas 1600Mhz, sedangkan B85 dilimit di 1600Mhz.

 

Platform Pengujian

DSC00540ss

Berikut spesifikasi lengkap testbed kami :

  • CPU : Core i5-4670K ‘Haswell’
  • Motherboard : MSI B85-G43, BIOS V3.1
  • Motherboard pembanding : MSI Z87-G45 Gaming
  • RAM: G.SKill TridentX DDR3-2400C10 2x4GB (F3-2400C10-8GTX)
  • VGA: MSI GTX 650Ti Boost 2GB (1033Mhz GPU Clock, 1162Mhz Max. Boost Clock)
  • SSD: OCZ Agility 120GB
  • PSU : Corsair AX860i 860W
  • CPU Cooler : Noctua NH-D14

 

Daftar Isi

Berikut daftar isi artikel ini, untuk memudahkan navigasi Anda :

Halaman 1(halaman ini) : Overview, Spesifikasi Platform Pengujian

Halaman 2 : Step-by-step Overclocking di MSI B85-G43 

Halaman 3 : Stability + Performance Test

Halaman 4 : Kesimpulan

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…

Gaming

July 8, 2026 - 0

Nintendo Ubah Desain Switch 2 di Eropa Mulai Musim Panas 2026

Nintendo akan menghadirkan Switch 2 versi baru di Eropa mulai…
July 8, 2026 - 0

Xbox Akui Game Pass Tak Tumbuh Sesuai Harapan

Pimpinan tertinggi Xbox menyebut pertumbuhan layanan Game Pass tidak memenuhi…
July 8, 2026 - 0

Nintendo Diprediksi Jadi Benteng Terakhir Game Fisik di Industri Console

Analis memprediksi Nintendo akan menjadi produsen console terakhir yang mempertahankan…
July 8, 2026 - 0

Sony Buka Peluang Naikkan Harga PlayStation Plus Lagi

Sony mungkin akan menaikkan harga PlayStation Plus lagi di masa…