Twitter Dilema dengan Keberadaan Aplikasi Pihak Ketiga
Pendapatan Twitter dari iklan seharusnya bisa lebih banyak lagi asal penggunanya mengakses Twitter langsung dari website atau aplikasi mobile resmi. Namun pada kenyataannya, ada lebih 35 juta pengguna Twitter, aktif bukan melalui dua tempat tersebut, melainkan dari sejumlah aplikasi Twitter-client pihak ketiga.

Pihaknya baru-baru ini melaporkan, dari 271 juta penggunanya, sebanyak 14 persen atau sekitar 38 juta orang tidak pernah login langsung ke website Twitter ataupun aplikasi mobile resmi. Sebaliknya, puluhan juta tersebut terhubung melalui ratusan ribu aplikasi pihak ketiga yang ada saat ini.
Aplikasi pihak ketiga ini juga mencakup aplikasi sosial media yang menghubungkan tautan ke Twitter. Sebagai contoh, orang dapat membaca tweet di news-digital pada aplikasi Flipboard dan website Facebook, berbagi foto di Twitter melalui Instagram, berbagi lokasi di Twitter dari Foursquare, atau membaca ‘kultweet’ di website Chipstory.
Pengguna yang tidak pernah membuka aplikasi mobile resmi Twitter atau masuk ke Twitter.com tidak akan melihat iklan yang dipromosikan langsung oleh Twitter. Sebaliknya, sajian iklan justru datang dari aplikasi atau website pihak ketiga tersebut. Ironisnya, Twitter justru tidak mendapat bagian keuntungan sepeser pun dari mereka.
Twitter sendiri baru saja melaporkan hasil keuangannya di kuartal kedua tahun ini. Pendapatannya naik dua kali lipat menjadi US$ 312,2 juta. Saat ini, nilai pasar Twitter di mata Wall Street lebih dari US$ 3 miliar.
Pertumbuhan tipe pengguna Twitter tersebut juga meningkat dari 17 persen menjadi 24 persen. Sementara itu, tingkat pertumbuhan pengguna yang mengakses langsung ke Twitter.com atau aplikasi resminya terkesan melambat, menjadi 3,9 persen atau turun dari 4,4 persen.
Alhasil, kehadiran pihak ketiga ini membuat Twitter tengah berada dalam posisi dilematis. Pihaknya juga tidak bisa begitu saja mencegah pihak ketiga terhubung ke server Twitter guna mendapatkan update. Twitter pun harus memilih, apakah ingin pengguna aktif hariannya terus bertambah namun dengan pendapatan sedikit atau sebaliknya.
Sumber: WSJ















