Hands-On Review Router Linksys WRT1900AC
Penggunaan

Tidak hanya DNA “WRT” dari sisi fisik yang diteruskan Linksys di router baru ini, mereka juga meneruskan DNA dari sisi piranti lunak. Router WRT1900AC ini dilengkapi dengan dukungan untuk custom firmware, yang merupakan salah satu daya tarik tersendiri dari seri “WRT”. Berdasarkan pernyataan resmi dari Linksys, WRT1900AC ini mendukung berbagai custom firmware, termasuk dari OpenWRT dan DD-WRT. Hanya saja, custom firmware tidak langsung terpasang di router, pengguna harus melakukan instalasi manual untuk hal tersebut. Firmware yang terpasang di router secara standar adalah firmware dari Linksys sendiri.

Tampilan dari dashboard firmware standar dari WRT1900AC ini tidak berbeda dengan yang ada di beberapa router Linksys keluaran baru yang lain, termasuk EA8500, router dengan MU-MIMO yang sempat kami uji beberapa waktu lalu. Tampilan “modern” ala Linksys ini menghadirkan beberapa informasi dasar di tampilan awal, sembari menyediakan akses cepat ke beberapa menu pengaturan. Hanya saja, menu pengaturan yang ada di firmware standar ini benar-benar sangat terbatas, yang mungkin akan terasa kurang bagi pengguna advanced.

Di firmware standar dari WRT1900AC ini, terdapat menu panduan konfigurasi untuk pemasangan awal router di jaringan lokal. Untuk pengaturan, terdapat opsi pengaturan untuk berbagai hal, termasuk pengaturan wireless network untuk kedua band yang didukung router ini. Terdapat juga opsi untuk membuka guest network di masing-masing band, dengan jumlah user yang bisa dibatasi secara manual.

Beberapa fitur yang mendukung penggunaan router ini di rumah, seperti Parental Control dan Media Prioritization juga dihadirkan oleh Linksys. Sementara, untuk pengguna yang sering memeriksa koneksi Internet di jaringan lokal, Linksys juga menyediakan Speed Test terintegrasi yang bisa digunakan. Troubleshooter juga tersedia untuk membantu memecahkan masalah yang timbul saat pemasangan maupun penggunaan.

Setelah melihat apa yang ditawarkan Linksys di firmware standar dari WRT1900AC ini, kami memutuskan untuk melihat “tawaran yang lebih menarik” dari Linksys yang hadir dalam bentuk custom firmware, dengan pilihan kami jatuh pada custom firmware dari DD-WRT. Kami mendownload firmware DD-WRT terbaru untuk router ini, dan melakukan upgrade ke custom firmware tersebut. Proses upgrade cukup mudah karena bisa dilakukan dari dashboard firmware standar WRT1900AC.
Bila Anda ingin melakukan upgrade firmware dari firmware standar Linksys ke custom firmware di WRT1900AC, perhatikan terlebih dahulu versi dari router yang Anda gunakan. Terdapat dua versi perangkat yang berbeda, yaitu versi “v1” dan “v2”, yang masing-masing memiliki versi firmware berbeda. Anda bisa saja membuat WRT1900AC “brick” bila melakukan upgrade dengan firmware yang salah.
DD-WRT yang tersedia untuk WRT1900AC ini merupakan versi “vanilla”, tanpa pernak-pernik Linksys sama sekali. Upgrade firmware ke DD-WRT membuat WRT1900AC ini memiliki berbagai fungsi tambahan dan juga opsi konfigurasi yang jauh lebih lengkap bila dibandingkan dengan firmware standar. Namun, ada juga fitur khas Linksys yang harus dikorbankan bila Anda memilih firmware ini, seperti Linksys Smart WiFi.

Bila Anda penasaran dengan fungsi tambahan dan juga opsi pengaturan yang tersedia setelah upgrade ke custom firmware DD-WRT, Anda bisa melihatnya dalam video berikut ini:
Ketika melakukan upgrade ke custom firmware, kami sempat melakukan kesalahan ketika memilih file upgrade yang akan kami gunakan di router yang kami pegang, sehingga sempat membuat router WRT1900AC ini bricked. Hanya saja, berdasarkan informasi yang beredar di Internet, kami berhasil membangunkan kembali router tersebut dengan sangat mudah. WRT1900AC ini tampaknya dilengkapi dengan dual-firmware, yang memungkinkan recovery dari kondisi brick akibat kesalahan upgrade. Untuk hal yang satu ini, Linksys patut diacungi jempol, terutama karena salah satu daya tarik dari router ini adalah ketersediaan custom firmware yang dalam proses pemasangannya bisa saja mengakibatkan router mengalami masalah karena satu atau lain sebab.














