Huawei: Membangun Smart City di Indonesia Butuh Dilakukan dari Safe City

Reading time:
September 8, 2017

20170907105947
Dalam ajang Huawei Connect 2017 yang berlangsung hingga tanggal 7 September 2017 kemarin, begitu banyak solusi dan konsep teknologi cloud yang bisa dipergunakan di beragam sektor industri, baik sektor negeri maupun sektor swasta. Salah satu yang menjadi sorotan dalam ajang ini adalah konsep dan solusi untuk membangun Smart City. Topik ini tentunya cukup menarik untuk dibahas lebih lanjut, terutama pengaplikasiannya di Indonesia yang juga tengah marak membahas tentang konsep smart city di beberapa kota besar termasuk di Jakarta.

Edwin Diender, selaku Vice President untuk Goverment & Public Utility Sector Enterprise Business Group dari Huawei, memberikan opininya mengenai hal apa saja yang perlu dilakukan untuk bisa membangun smart city dari konsep menjadi kenyataan.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa konsep smart city ini tidak hanya menyangkut akan pembangunan satu kota saja, tetapi keseluruhan wilayan dari negara tersebut. Yang membuat sebuah kota bisa disebut “pintar” adalah karena bagaimana setiap wilayah atau kota bisa saling terhubung satu dengan yang lainnya, bukan karena peralatannya yang canggih tetapi kurang tepat sasaran dan target,” jelasnya. Dirinya juga menjelaskan akan beberapa tahapan yang mungkin tepat untuk dilakukan di Indonesia supaya bisa mewujudkan konsep smart city tersebut.

Hong-Eng Koh, Global Chief Public Safety Expert untuk Huawei Enterprise Business Group
Hong-Eng Koh, Global Chief Public Safety Expert untuk Huawei Enterprise Business Group

Pertama-tama, ada baiknya sebelum membangun sebuah smart city, perlu adanya safe city terlebih dahulu. Safe city di sini adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa saling berkolaborasi untuk menjaga keamanan masyarakat secara umum. Dan saya mengerti bahwa Indonesia sendiri memiliki begitu banyak pulau. Oleh karena itu, perlu adanya jaringan dan hubungan antar wilayah atau pulau yang mungkin bisa saling terhubung satu dengan yang lainnya melalui media atau platform balai kota atau balai desa, misalnya. Dari setiap balai desa tersebut, mereka bisa saling berhubungan dengan pemerintah pusat untuk melakukan kordinasi dan kerja sama dengan lebih cepat karena adanya jaringan yang luas tersebut. Ketika konsep Safe City sudah tercapai, hal selanjutnya yang juga perlu dilakukan adalah membangun e-government sebelum selanjutnya mulai membenahi infrastruktur dan utility untuk bisa mewujudkan konsep smart city tersebut.”

20170906141422

Hong-Eng Koh, Global Chief Public Safety Expert untuk Huawei Enterprise Business Group juga turut memberikan penjelasan bahwa pihaknya sudah melihat bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk bisa mengembangkan konsep smart city tersebut, akan tetapi ia juga melihat bahwa Indonesia memiliki kecenderungan untuk menginvestasikan ke perangkat yang sebenarnya sudah terlalu lama.

Arah dari Indonesia untuk turut menjalankan konsep smart city dimulai dari public safety (keamanan publik) ini sudah mengarah ke jalur yang benar, tetapi sayangnya mereka masih mengalokasikan investasinya ke perangkat yang sebenarnya sudah terlalu tua untuk digunakan secara maksimal,” ujarnya.

Sebagai penekanan kembali, sebelum Indonesia bisa maju untuk menjadi sebuah smart city, terlebih dahulu harus ada kesadaran dari pihak pemerintah dan masyarakat untuk bisa menjalankan kolaborasi bersama untuk bisa menjamin adanya keamanan publik, di mana pada akhirnya bisa memulai konsep Safe City terlebih dahulu sebelum masuk ke tahapan berikutnya demi mencapai smart city. Untuk bisa menjamin keamanan publik tersebut, Huawei sendiri memiliki konsep dan solusi yang diberi nama Collaborative Public Safety Solutions C-C4ISR, di mana platform tersebut menggabungkan elemen keamanan publik beserta software dan infrastruktur cloud untuk bisa menjalankan beragam jenis fungsi kolaboratif yang lebih akurat dan mudah.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

“Laptop Premium Idaman” itu harusnya kaya gini nih! Desainnya cantik,…
July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…

Gaming

August 12, 2026 - 0

SanDisk Rilis Expansion Card 2TB Untuk Xbox Series X|S

SanDisk merilis Expansion Card untuk Xbox Series X|S dengan opsi…
August 12, 2026 - 0

SteamOS Lebarkan Dukungan Untuk Handheld Selain Steam Deck

Valve memperluas dukungan SteamOS ke lebih banyak handheld seperti MSI,…
August 12, 2026 - 0

Intel Gamer Days Turunkan Harga Core Ultra 270K Plus dan 250K Plus

Event Intel Gamer Days membuat harga CPU Core Ultra 270K…
August 12, 2026 - 0

Perangkat iOS Bisa Mainkan Zelda Ocarina of Time & Majora’s Mask via Port Fans

Zelda Ocarina of Time dan Majora’s Mask kini berjalan native…