Implan Chip Kepala Ini Diklaim Lebih Aman dari Punya Neuralink

Author
Irham
Reading time:
February 2, 2024

Kalau kemarin dunia teknologi medis sempat dihebohkan dengan percobaan implan chip pertama yang dilakukan oleh Neuralink, nah kali ini ada sekelompok ilmuan di CHina yang juga mengumumkan implan chip di kepala. Tapi yang ini diklaim lebih aman dibandingkan implan chip dari perusahaan neuroteknologi milik Elon Musk.

Implan Chip Otak Ilmuan China Lebih

Ilmuan dari Universitas Tsinghua ini telah berhasil mengembangkan implantasi otak, untuk mengembalikan mobilitas lengan seorang pasien yang telah lumpuh dalam waktu lama. Beda dengan implan chip yang dilakukan oleh neuralink – yang bertujuan untuk mengendalikan komputer dengan pikiran, yang dilakukan oleh ilmuan China ini hanya membantu pasien yang lumpuh untuk bisa kembali menggerakan anggota badannya.

Implan pertama ini dipasang pada 24 Oktober 2023, dan ini diklaim adalah kemajuan yang signifikan, karena sebelum nya pasien tidak bisa menggerakkan lengan dan kaki, sudah selama 14 tahun. Teknologi implan chip ini sendiri tujuan utamanya adalah membantu rehabilitasi saraf dari otak danmotorik pengguna.

Kenapa Implan Chip Ilmuan China ini Lebih Aman?

Lalu apa yang membuatnya lebih aman dibandingkan milik Neuralink? Teknologi yang dikembangkan ilmuan china ini menempatkan chip di atas jaringan saraf. Sementara implan chip yang dilakukan Neuralink, menembus jaringan saraf dan berpotensi merusak beberapa sel saraf di lokasi pemasangan.

Elon Musk sendiri mengakui bahwa Neuralink telah melakukan operasi pertama untuk memasang implant otak pada manusia, di mana sensor Neuralink menembus jaringan saraf korteks serebral. Sementara tim ilmuwan dari Universitas Tsinghua telah mengembangkan implant selama sekitar 10 tahun yang mempertahankan sensitivitas yang cukup terhadap sinyal otak tanpa merusak neuron korteks.

Baca Juga: Neuralink Berhasil Implan Chip di Otak Manusia! • Jagat Review

Sensor bernama Neural Electronic Opportunity (NEO) ditempatkan di ruang epidural antara otak dan tengkorak tanpa mengandung jaringan saraf. NEO sensor ini bersifat nirkabel dan tidak punya pasokan daya sendiri. Antena transmisi frekuensi tinggi dan unit kontrol, serta pengirim sinyal otak ke komputer, dipasang di luar tengkorak.

Platform yang dikembangkan ini juga menggunakan machine learning, yang bisa meningkatkan kemampuannya seiring berjalannya aktivitas rehabilitasi. Tahap berikutnya adalah pengembangan protokol rehabilitasi aktif baru dengan dukungan antarmuka otak-komputer untuk mempercepat pertumbuhan jaringan saraf di lokasi segmen sumsum tulang belakang yang rusak.

Ilmuwan berharap, teknologi yang dikembangkannya ini tidak hanya mengobati cedera dan penyakit sistem saraf, tetapi nantinya juga menghubungkan otak manusia dan komputer. Hmm, yang terakhir ini apa memang diperlukan ya?

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 16, 2026 - 0

Valve Dikabarkan Siapkan Panel OLED Untuk Steam Frame VR

Valve dikabarkan tengah mengembangkan panel OLED untuk Steam Frame dengan…
October 16, 2026 - 0

ASUS ROG Xbox Ally X20 Resmi Masuk Indonesia

ASUS ROG Xbox Ally X20 resmi hadir di Indonesia dengan…
October 16, 2026 - 0

Sony Rayakan Ultah Ke-30 Gran Turismo Dengan DualSense Limited Edition

Sony mengumumkan DualSense Gran Turismo Limited Edition guna menyambut datangnya…
October 16, 2026 - 0

Xbox Nano Hadirkan Controller Mungil yang Bisa Dikantongi

Xbox hadirkan controller mungil Xbox Nano yang bisa dikantongi dan…