Jensen Huang Akhirnya Komentari DeepSeek: “Investor Salah Paham”

Author
Irham
Reading time:
February 23, 2025

CEO NVIDIA, Jensen Huang, akhirnya menanggapi pencapaian DeepSeek yang sempat mengguncang pasar AI. Dalam wawancara dengan DDN, Huang menilai bahwa investor terlalu panik dan salah memahami arah industri kecerdasan buatan.

Jensen Huang Komentari DeepSeek

Peluncuran model AI open-source DeepSeek R1 sebelumnya membuat saham NVIDIA anjlok, dengan kapitalisasi pasar perusahaan turun hingga $600 miliar. Bahkan, kekayaan pribadi Huang ikut tergerus lebih dari 20%. Meski begitu, ia justru mengapresiasi langkah DeepSeek dan menyebutnya sebagai perkembangan besar yang membawa semangat baru ke industri AI.

Baca Juga: NVIDIA Sebut Hanya 0,5 % RTX 5090 & 5070 Ti yang Kena Masalah ROP • Jagat Review

Huang menyebutkan bahwa paradigma sebelumnya yang menganggap AI hanya soal pre-training dan inference ternyata tidak sepenuhnya benar. Kehadiran DeepSeek R1 justru membuktikan kalau pendekatan open-source bisa menjadi masa depan AI.

Investor Sempat Panik Gara-gara Deepseek

Salah satu hal yang membuat investor panik adalah laporan yang menyebut DeepSeek hanya mengeluarkan USD 5 juta untuk melatih model AI mereka. Angka ini menimbulkan kekhawatiran bahwa permintaan akan daya komputasi AI akan menurun.

Padahal, laporan lebih lanjut mengungkapkan kalau DeepSeek tetap menggunakan infrastruktur AI senilai lebih dari USD 1 miliar. Ini menunjukkan kalau kebutuhan komputasi untuk AI masih sangat besar.

DeepSeek R1 sendiri menawarkan sesuatu yang berbeda dari OpenAI dengan membuka akses bagi pengembang untuk menyesuaikan dan mengoptimalkan model AI sesuai kebutuhan mereka. Pendekatan ini memungkinkan AI digunakan lebih fleksibel dan efisien, membuatnya semakin menarik bagi industri.

Kini, perhatian investor tertuju pada laporan keuangan NVIDIA yang akan dirilis pada 26 Februari. Laporan ini akan memberi gambaran seberapa besar dampak dari persaingan dengan DeepSeek serta masalah yang sempat muncul pada produk Blackwell AI. Namun, satu hal yang pasti:, permintaan akan daya komputasi AI masih tinggi, dan NVIDIA tetap menjadi pemain utama dalam industri ini.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 11, 2026 - 0

PS Plus Akan Hadirkan FFXVI Pada Katalog Pertengahan Juni 2026

Sony mengumumkan daftar game baru PS Plus Game Catalog untuk…
June 10, 2026 - 0

Xbox Siapkan Opsi Game Pass Baru yang Lebih Fleksibel

Xbox dikabarkan tengah menyiapkan opsi berlangganan Game Pass baru yang…
June 10, 2026 - 0

Rumor: Kingdom Hearts IV Diklaim Target Rilis Pada 2027

Bocoran yang berasal dari listing sejumlah retailer Australia mengindikasikan Kingdom…
June 10, 2026 - 0

Pemain Destiny 2 Penuhi Server Kala Update Terakhirnya Rilis

Update penutup Destiny 2 berhasil menarik gelombang pemain dalam jumlah…