Harga RAM Tak Terkendali, Samsung, SK hynix & Micron Kena Tuntut
Kenaikan harga RAM yang tak terkendali belakangan ini kini berujung pada tuntutan hukum. Tiga produsen memori terbesar dunia, yakni Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron, digugat melalui class action di Amerika Serikat atas dugaan sengaja membatasi pasokan DRAM. Apa yang dituduhkan itu dinilai telah membuat harga RAM melonjak jauh di atas kenaikan yang dianggap “normal”.
Dalam gugatan tersebut, Samsung, SK hynix, dan Micron yang kuasai pangsa pasar hampir 95% dituduh melanggar aturan persaingan usaha di Amerika Serikat. Mereka dianggap bekerja sama dengan menciptakan kelangkaan buatan agar harga naik sangat tinggi. Jenis DRAM untuk perangkat konsumen seperti smartphone dan PC dikurangi secara drastis, dialihkan ke segmen data center dan AI yang punya margin tinggi.
Dampaknya kini sudah mulai dirasakan oleh konsumen secara langsung. Sejumlah produsen perangkat seperti smartphone dan laptop telah menaikkan harga beberapa produknya dengan alasan biaya memori dan storage yang terus meningkat. Termasuk salah satunya Apple yang baru-baru ini resmi mengumumkan kenaikan harga sebagian besar produk mereka secara global.
Baca Juga: Lenovo: Harga RAM dan Storage Mahal Sudah Jadi New Normal! • Jagat Review
Hingga saat ini, ketiga perusahaan belum memberikan tanggapan terkait gugatan tersebut. Dari sejumlah pernyataan sebelumnya, mereka tampak menyatakan hal yang senada bahwa permintaan sektor data center dan AI yang begitu besar tidak dibarengi dengan kapasitas produksi memadai. Supply and demand yang tak seimbang itu membuat harga naik drastis dan paling terasa di sektor konsumen.
Menarik untuk dinanti bagaimana hasil dari gugatan ini. Namun, terlepas dari itu, sejumlah analis memperkirakan pasokan DRAM masih akan tetap langka hingga 2027 atau bahkan 2028. Kalau prediksi kalian gimana?
















