Baterai Rusak Kini Bisa Dihidupkan Lagi?

Author
Irham
Reading time:
July 1, 2026

Selama ini, baterai lithium-ion yang sudah menurun performanya praktis dianggap selesai masa pakainya. Pilihannya biasanya cuma satu: didaur ulang lewat proses pembongkaran total yang rumit dan boros energi. Namun, peneliti dari Cornell University kini memperkenalkan cara baru yang bisa “menghidupkan” kembali baterai tanpa perlu menghancurkannya terlebih dahulu.

baterai rusak bisa hidup kembali 95%

Hidup Kembali dengan Metode DEER

Teknologi yang diberi nama Direct Electrode-to-Electrode Regeneration (DEER) ini bekerja dengan merendam baterai ke dalam larutan elektrokimia khusus. Larutan tersebut menghilangkan penumpukan lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI) yang menjadi salah satu penyebab utama kapasitas baterai terus menurun setelah ratusan kali siklus pengisian daya.

Baca Juga: JEDEC Setujui SPHBM4, Solusi Memori Kencang dengan Biaya Lebih Murah • Jagat Review

Menariknya, struktur utama baterai sebenarnya masih dalam kondisi baik. Masalah terbesar justru berasal dari lapisan SEI yang terus menebal sehingga menghambat aliran ion lithium. Dengan membersihkan lapisan tersebut, baterai bisa kembali bekerja jauh lebih optimal.

Baterai Bisa Pulih Hingga 95%

Hasil pengujiannya pun cukup menjanjikan. Baterai yang diregenerasi mampu memulihkan hingga 95% kapasitas aslinya. Tak hanya itu, proses ini juga menambahkan lapisan pelindung baru untuk memperlambat degradasi berikutnya. Bahkan setelah digunakan lagi dan diregenerasi untuk kedua kalinya, kapasitas baterai masih bertahan di kisaran 90%.

Tim peneliti kini berupaya mengembangkan teknologi ini agar bisa mengatasi bentuk kerusakan baterai lainnya, seperti hilangnya lithium. Jika berhasil diterapkan secara luas, metode DEER berpotensi membuat proses pemulihan baterai jauh lebih murah dibanding daur ulang konvensional.

Ini diperkirakan dapat memangkas biaya produksi sel baterai hingga 56%, sekaligus mengurangi konsumsi air dan emisi polusi. Teknologi ini dinilai sangat menjanjikan untuk memperpanjang usia baterai kendaraan listrik maupun sistem penyimpanan energi skala besar.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…
June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…

Gaming

July 2, 2026 - 0

Sony Akan Tutup PlayStation Store Untuk PS3 dan PS Vita Secara Bertahap

Sony resmi menutup PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita…
July 2, 2026 - 0

PlayStation Resmi Hentikan Produksi Disc Game Baru Mulai Januari 2028

Sony resmi mengumumkan produksi disc fisik untuk seluruh game baru…
July 2, 2026 - 0

Nintendo Naikkan Harga Switch 2 di Korea Selatan

Nintendo resmi menaikkan harga Switch 2 di Korea Selatan sebesar…
July 1, 2026 - 0

PS5 Diklaim Kuasai Hingga 80% Penjualan Game Single Player AAA

Data industri mengklaim PS5 menyumbang hingga 80% penjualan game single…