Hypernet Luncurkan Whooz, Solusi IT Siap Pakai untuk SME Tanpa Modal Besar
Jakarta, 29 Juli 2026 – Hypernet Technologies resmi meluncurkan Whooz, lini layanan baru yang menyasar segmen SME. Perusahaan di bawah naungan XLSMART ini biasanya dikenal melayani korporasi skala enterprise besar. Kini, Whooz hadir sebagai jawaban bagi pelaku usaha menengah ke atas yang butuh infrastruktur IT andal tapi terkendala modal awal yang biasanya cukup besar.

Model bisnis Whooz mengusung skema biaya layanan bulanan tetap, jadi pelanggan tidak perlu membeli hardware di awal berlangganan. Seluruh pemeliharaan perangkat dan proses instalasi dikawal penuh selama 24 jam oleh tim Hypernet. Oktaviani Handojo, VP Brand & Marketing Hypernet Technologies, menyebut peluncuran ini sebagai wujud nyata tagline, #TerimaBeres, yang cakupannya kini diperluas ke pelaku bisnis skala menengah.

Whooz menggabungkan peran System Integrator dan Internet Service Provider dalam satu katalog siap pakai yang mencakup dua kategori layanan utama. Kategori pertama menyasar kebutuhan bisnis Food & Beverage dan Retail, mulai dari POS kasir, Wi-Fi pengunjung, UPS, hingga firewall. Kategori kedua menyasar kebutuhan operasional kantor dan bisnis jasa, mencakup Microsoft 365, Teams, hingga ruang rapat pintar Smart Board.
Baca Juga: Teknologi Hyper-Threading Intel Bakal Balik Lagi, Xeon 8 Jadi Debutnya
Menariknya, momentum peluncuran layanan ini sejalan dengan tren digitalisasi transaksi di Indonesia yang terus meningkat. Data Bank Indonesia mencatat penetrasi QRIS sudah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant yang didominasi pelaku usaha. Kebutuhan infrastruktur jaringan yang stabil pun jadi semakin krusial seiring masifnya adopsi sistem POS di berbagai lini bisnis.

Harga Layanan Whooz
Hypernet mematok biaya layanan Whooz mulai dari Rp2.499.000 per bulan. Paket ini sudah termasuk JOKO AI, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang berfungsi sebagai Jaringan Operasi Kontrol Otomatis. Bagi pelaku SME yang selama ini kesulitan mengelola infrastruktur IT sendiri, apakah skema bulanan seperti ini lebih masuk akal dibanding investasi hardware di awal?













