Apakah 5G Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Apakah 5G berbahaya? Sejak jaringan 5G mulai beroperasi di Indonesia pada 2021 lalu, pertanyaan tersebut mulai banyak bermunculan. Banyak orang yang mempertanyakan soal keamanan jaringan seluler tersebut.
Kalau kalian masih belum terlalu memahami teknologi ini, sebaiknya baca dulu artikel Apa Itu 5G agar lebih mudah memahami cara kerja jaringan tersebut.
Kala itu, memang banyak beredar kabar burung yang mengatakan kalau jaringan 5G berbahaya bagi kesehatan. Bahkan, ada informasi yang menyebut radiasi sinyal tersebut bisa menyebabkan penyakit kanker. Ya, ada yang khawatir radiasi 5G berbahaya bagi kesehatan.
Lalu, benarkah anggapan tersebut?
Apakah 5G Berbahaya?

Jawabannya adalah tidak berbahaya. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan jaringan 5G berbahaya jika digunakan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Hal ini juga sejalan dengan penjelasan dari World Health Organization (WHO) yang menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada dampak kesehatan yang terbukti akibat paparan jaringan 5G yang berada di bawah batas paparan internasional.
Frekuensi 5G masih termasuk gelombang radio non-ionisasi. Artinya, sinyal tersebut tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak DNA atau menyebabkan kanker seperti radiasi pengion. Contoh radiasi pengion sendiri adalah sinar-X dan sinar gamma.
Gelombang 5G sebenarnya lebih mirip dengan gelombang radio, Wi-Fi, maupun siaran televisi. Ketiganya sama-sama menggunakan gelombang radio untuk mengirimkan data, hanya saja bekerja pada frekuensi dan kebutuhan yang berbeda.
Jika penasaran apa saja peningkatan yang dibawa jaringan generasi kelima dibanding pendahulunya, kalian juga bisa membaca artikel Apa Bedanya 4G dan 5G.
Baca Juga: Apa Itu eSIM? Pengertian, Cara Kerja, dan Kelebihannya
Kenapa Banyak Orang Menganggap 5G Berbahaya?

Saat 5G mulai diperkenalkan, memang muncul banyak informasi yang tidak benar mengenai teknologi ini. Salah satu yang paling sering dibahas adalah klaim bahwa radiasi 5G dapat menyebabkan kanker. Ada juga yang mengaitkannya dengan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Pada masa itu, berbagai informasi tersebut menyebar luas, terutama melalui media sosial, sehingga membuat banyak orang khawatir terhadap teknologi 5G.
Namun, hingga saat ini klaim tersebut belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Berbagai penelitian yang telah dilakukan juga belum menemukan bukti bahwa jaringan 5G yang beroperasi sesuai standar keselamatan dapat menyebabkan penyakit tertentu.
Apakah Radiasi 5G Aman?

Semua jaringan seluler, baik 3G, 4G, maupun 5G, sama-sama menggunakan gelombang radio untuk mengirim dan menerima data. Gelombang radio tersebut termasuk radiasi non-ionisasi yang memiliki energi jauh lebih rendah dibandingkan sinar-X atau sinar gamma.
Selain itu, terdapat batas paparan gelombang radio yang telah ditetapkan oleh regulator dan berbagai organisasi internasional. Baik BTS maupun smartphone harus memenuhi standar tersebut sebelum dapat digunakan oleh masyarakat.
Pada smartphone, salah satu ukuran yang digunakan untuk memastikan keamanan adalah Specific Absorption Rate (SAR). SAR merupakan nilai yang menunjukkan seberapa banyak energi gelombang radio yang diserap oleh tubuh saat menggunakan perangkat.
Setiap smartphone yang dipasarkan harus memenuhi batas maksimum SAR yang telah ditetapkan regulator. Selama perangkat memenuhi standar tersebut dan digunakan sebagaimana mestinya, paparan gelombang radio dari smartphone masih berada dalam batas yang dinilai aman berdasarkan penelitian yang ada saat ini.
Dengan kata lain, hingga sekarang belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa paparan gelombang radio dari jaringan 5G yang memenuhi standar keselamatan dapat membahayakan kesehatan manusia.
Baca Juga: Apa Itu AI (Artificial Intelligence)?
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang ada saat ini, 5G tidak terbukti berbahaya bagi kesehatan. Belum ada bukti ilmiah yang menyatakan jaringan 5G dapat menyebabkan penyakit tertentu jika digunakan sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Karena itu, kalian tetap dapat menggunakan jaringan 5G seperti jaringan seluler lainnya tanpa perlu khawatir sesuai standar keselamatan yang berlaku. Jika di masa depan muncul temuan ilmiah baru, rekomendasi mengenai penggunaan teknologi ini tentu akan mengikuti bukti ilmiah terbaru yang tersedia.
Selain soal keamanan, masih banyak pertanyaan lain mengenai jaringan generasi kelima. Salah satunya adalah apakah 5G boros kuota atau tidak.
Jadi, sekarang sudah tahu kan jawaban dari pertanyaan apakah 5G berbahaya?













