Kompensasi John Ternus sebagai CEO Baru Apple Bisa Capai Rp1 Triliun

Author
Deliusno
Reading time:
September 2, 2026

Dalam dokumen SEC yang baru saja diajukan Apple, terungkap bahwa total target kompensasi CEO baru Apple, John Ternus, bisa mencapai 58 juta dolar AS atau sekitar Rp1,03 triliun. Angka tersebut mencakup gaji serta target kompensasi dalam bentuk saham. Apple juga membagikan detail kompensasi yang akan diterima Tim Cook setelah beralih ke jabatan barunya sebagai Executive Chairman.

Memang, urusan gaji orang lain sebenarnya kita tidak perlu terlalu kepo. Tapi, menarik juga untuk mengetahui besarnya kompensasi CEO di perusahaan kelas dunia seperti Apple. Siapa tahu, suatu hari nanti kita bisa meraihnya juga.

Kompensasi Baru John Ternus

John Ternus

Informasi mengenai pendapatan Ternus ini muncul dalam dokumen yang diajukan Apple ke SEC. SEC atau Securities and Exchange Commission sendiri merupakan lembaga yang mengawasi pasar modal di Amerika Serikat.

Karena Apple merupakan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di bursa, perusahaan wajib melaporkan sejumlah informasi penting kepada SEC, termasuk perubahan terkait kompensasi eksekutif tertentu. Karena dokumen tersebut bersifat publik, detail pendapatan para petinggi Apple pun akhirnya bisa diketahui.

Menurut dokumen tersebut, Ternus akan menerima gaji pokok sebesar 3 juta dolar AS per tahun. Selain itu, ia juga mendapatkan targeted stock award senilai 55 juta dolar AS.

Sederhananya, targeted stock award merupakan target nilai kompensasi yang diberikan dalam bentuk saham Apple. Namun, nilai tersebut tidak selalu langsung diterima secara penuh.

Sebagian besar saham tersebut diberikan berdasarkan kinerja Apple, sementara sisanya diberikan berdasarkan masa kerja. Jadi, jumlah saham yang akhirnya benar-benar diterima Ternus bisa bergantung pada sejumlah persyaratan yang telah ditentukan.

Dengan kata lain, Ternus belum tentu benar-benar menerima saham senilai 55 juta dolar AS. Karena itu, angka 58 juta dolar AS atau sekitar Rp1,03 triliun merupakan total target kompensasi, bukan jumlah yang pasti diterima Ternus secara penuh.

Jika digabungkan dengan gaji pokoknya, total target kompensasi yang bisa diterima John Ternus untuk tahun tersebut mencapai 58 juta dolar AS atau sekitar Rp1,03 triliun.

Apple sendiri tidak mengungkap besaran kompensasi Ternus saat ia menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering Apple. Meski begitu, Bloomberg mencatat level manajemen biasanya dibayar sekitar 25 juta dolar AS, termasuk saham, gaji, dan bonus.

Baca Juga: Tim Cook Tulis Pesan Perpisahan di Hari Terakhirnya sebagai CEO Apple

Kompensasi Baru Tim Cook

2cc8a102fd48e03c0db71a0f2372c05c

Sementara itu, informasi mengenai target kompensasi Tim Cook di posisi barunya sebagai Executive Chairman Apple juga tercantum dalam dokumen tersebut.

Cook akan menerima gaji pokok sebesar 2 juta dolar AS per tahun. Ia juga mendapatkan targeted stock award senilai 45 juta dolar AS.

Dengan begitu, total target kompensasi Cook bisa mencapai 47 juta dolar AS atau sekitar Rp830 miliar.

Melihat target kompensasinya yang masih terhitung besar, Apple tampaknya masih menganggap Cook sebagai sosok yang memiliki pengaruh penting di perusahaan. Cook sendiri dikenal memiliki hubungan yang cukup baik dengan Donald Trump, Presiden AS, serta pemerintahan China. Salah satu tugasnya sebagai Executive Chairman memang dikabarkan berkaitan dengan menjaga hubungan Apple dengan berbagai pihak penting, termasuk pemerintah di sejumlah negara.

Jumlah kompensasi tersebut, baik untuk Ternus maupun Cook, sebenarnya masih bisa berubah. Nilai saham yang mereka terima belum tentu sesuai dengan target kompensasi, sementara angka tersebut juga belum memasukkan bonus berbasis kinerja.

Baca Juga: Prakarya Steve Jobs Saat Sekolah Laku Dilelang Rp500 Jutaan

Menurut kalian, pantaskah seorang CEO mendapat kompensasi sebesar itu?

Sumber

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 18, 2026 - 0

Monster Hunter Wilds Siapkan Demo Gratis di Switch 2

Capcom siapkan demo gratis untuk Monster Hunter Wilds versi Nintendo…
October 18, 2026 - 0

007 First Light Akhirnya Beri Tanggal Rilis di Switch 2

007 First Light versi Nintendo Switch 2 resmi dapatkan tanggal…
October 18, 2026 - 0

ATK Luncurkan F1 V3 Ultimate+ & RS7 Air HE Edisi Pikachu

ATK merilis mouse gaming F1 V3 Ultimate+ dan keyboard magnetic…
October 18, 2026 - 0

Razer Umumkan Headphone Gaming Wireless Barracuda V2 Pro

Razer Barracuda V2 Pro hadirkan pengalaman headset gaming berkualitas dengan…