NVIDIA DLSS 5 Resmi Hadir, Apa Saja Peningkatanya?
NVIDIA resmi memperkenalkan DLSS 5, generasi terbaru teknologi AI untuk grafis gaming. Kali ini, NVIDIA membawa 3D-Guided Neural Rendering, yang membuat AI ikut menghasilkan detail pencahayaan dan material secara real-time, bukan sekadar merekonstruksi gambar atau menambah frame.

DLSS 5 menggunakan frame hasil render game sebagai fondasi, lengkap dengan data seperti geometry, texture, lighting buffer, surface albedo, dan surface normals. AI kemudian memahami objek, material, posisi cahaya, serta hubungan antar elemen dalam scene untuk menghasilkan pencahayaan dan material yang lebih realistis.
Dengan cara ini, bentuk karakter dan lingkungan tetap mengikuti desain developer, sementara AI membantu membuat respons cahaya, bayangan, kulit, rambut, hingga material terlihat lebih natural.
Peningkatan DLSS 5
Secara teknis, DLSS 5 dirancang deterministik sehingga input frame yang sama menghasilkan output yang konsisten. Teknologi ini juga menggunakan sistem one-frame-in, one-frame-out dengan motion vectors dari game engine untuk menjaga stabilitas gambar dan mengurangi shimmering, swimming, serta temporal drift. Bagi gamer, efeknya terlihat pada visual yang lebih stabil ketika kamera atau karakter bergerak, tanpa objek yang tiba-tiba berubah atau muncul seperti bergetar.
DLSS 5 juga dapat menghasilkan efek seperti subsurface scattering pada kulit, transmisi cahaya melalui rambut dan dedaunan, contact shadows yang lebih dalam, serta global illumination. Semua peningkatan tersebut tetap berpatokan pada frame dasar game sehingga AI tidak mengubah identitas karakter atau desain lingkungan. Hasilnya, kulit karakter dapat terlihat lebih natural, rambut dan dedaunan merespons cahaya dengan lebih realistis, sementara bayangan terlihat lebih dalam dan pencahayaan scene terasa lebih hidup.
Baca Juga: NVIDIA Resmi Umumkan DLSS 4.5, Ini Peningkatannya • Jagat Review
Fleksibel di Sisi Developer
Dari sisi developer, DLSS 5 menyediakan beberapa model AI dengan karakter output berbeda. Mereka juga mendapat Structure Intensity untuk mengatur detail seperti ambient occlusion, refleksi, dan subsurface scattering, serta Tone Intensity untuk mengatur respons lighting dan warna.

DLSS 5 turut mendukung semantic AI masking dan engine-level masking. Developer dapat memilih bagian tertentu seperti wajah karakter, kaca, air, atau foliage untuk mendapatkan enhancement khusus tanpa mengubah elemen lain di sekitarnya. Artinya, studio game bisa menentukan bagian mana yang perlu ditingkatkan dan seberapa kuat efeknya, sehingga hasil akhirnya tetap sesuai dengan gaya visual yang mereka inginkan.
Kualitas output DLSS 5 juga bergantung pada kualitas input. Frame dengan informasi lighting dari ray tracing atau path tracing dapat memberikan data yang lebih kaya sehingga hasil neural rendering menjadi lebih akurat. Semakin detail informasi visual yang diberikan game, semakin banyak pula informasi yang bisa dimanfaatkan AI untuk menghasilkan gambar akhir yang realistis.
Syarat Menjalankan DLSS 5
DLSS 5 menggunakan model AI khusus yang berjalan pada Tensor Cores di GPU GeForce RTX 50 Series. NVIDIA merancang model tersebut untuk rendering 3D real-time dan menyebutnya mampu berjalan secara lokal pada satu GPU hingga resolusi 4K.
Dengan begitu, DLSS 5 untuk saat ini membutuhkan GPU atau laptop GeForce RTX 50 Series yang mendukung teknologi tersebut. Meskipun ada pengujian menggunakan GPU dengan generasi yang lebih lawas yang bisa menjalankan DLSS 5, tapi hasilnya jadi tidak optimal.
Untuk developer, DLSS 5 dapat diintegrasikan melalui NVIDIA Streamline dan plugin Unreal Engine 5. Teknologi ini juga bersifat opsional sehingga dapat digunakan bersama Super Resolution, Multi Frame Generation, dan Ray Reconstruction.
Kapan DLSS 5 Debut?

DLSS 5 akan debut pada 3 September 2026, melalui NBA 2K27 dari Visual Concepts dan 2K. Fitur ini tersedia untuk seluruh GPU dan laptop GeForce RTX 50 Series serta GeForce NOW.
Bagi gamer, DLSS 5 cukup diaktifkan atau dimatikan melalui pengaturan game. Perubahan terbesarnya bukan sekadar membuat game berjalan lebih cepat, melainkan menggunakan AI untuk membuat pencahayaan, bayangan, kulit, rambut, dan material terlihat lebih realistis secara real-time.
















