Industri Game Mulai Perhatikan Para Gamer Dengan Cacat Fisik
Bermain video game memang menjadi salah satu kegiatan paling menyenangkan yang bisa dilakukan oleh manusia. Untuk kita yang memiliki tubuh lengkap sempurna, hal ini mungkin tidak akan terlalu sulit. Untuk mereka yang harus hidup dengan cacat fisik, bermain game tidak sesederhana itu. Berbagai “command” yang membutuhkan kecekatan pergerakan fisik, khususnya tangan membuat game menjadi momok menakutkan bagi para penyandang cacat fisik. Namun, kali ini mereka boleh mulai bernafas lega karena industri game sendiri sudah mulai memperhatikan hal ini.


Adalah MLB (Major League Baseball) 2011 yang menjadi salah satu pelopornya. Sebagai game yang populer dan disukai oleh masyarakat Amerika Serikat, MLB 2011 merasa memiliki kewajiban untuk melingkupi kepentingan dan hak penyandang cacat fisik untuk memainkan video game ini. Bekerja sama dengan tim pengembang dari Sony, mereka menghadirkan game dengan tingkat kesulitan permainan yang lebih mudah diadaptasikan oleh penyandang cacat fisik, khususnya mereka yang kesulitan untuk melakukan kontrol navigasi secara sempurna. Tingkat kesulitan ini akan memungkinkan para gamer dengan keterbatasan untuk memainkan permainan secara penuh dengan hanya bantuan satu tombol saja. Sedangkan untuk gerakan pemain yang biasa dikendalikan dengan d-pad akan dibantu oleh komputer.
Dengan lebih berfokus pada kelompok yang selama ini termarjinalkan, MLB telah memulai sebuah langkah yang patut diacungi jempol. Dengan membuat mode tingkat kesulitan seperti ini, esensi gaming sebagai salah satu sumber kesenangan akan dirasakan oleh lebih banyak golongan dan lapisan manusia. Salah satunya adalah penyandang cacat fisik. Semoga saja developer yang lain juga melakukan hal yang sama.












