Overclocking i7-2600K dengan MSI Big Bang Marshal

Kesimpulan

Testbeds1

Overkill! – itu kata yang ada di pikiran kami saat menganalisa VRM yang terdapat di board ini. Namun, sekali lagi, banyak overclocker yang setuju bahwa dalam kamus overclocking tidak ada kata overkill. Seandainya saja ada i7-2600K yang dapat berjalan pada clock 6.2Ghz atau lebih, mungkin VRM dalam board ini masih cukup kuat untuk mensuplai daya CPU tersebut dalam benchmark multithread sekalipun. Jika saja VRM di board ini ada di Big Bang Xpower, kami yakin CPU i7-980X juga akan sangat menyukainya. Feature yang diberikan MSI di board flagshipnya sangat berlimpah dan jelas sekali ditujukan untuk membantu para overclocker yang ingin mencari tingkat pencapaian OC yang tertinggi.

Namun, kami menyadari juga bahwa board ini punya kelemahan, salah satunya adalah Benchmark 3D. Jika Anda memperhatikan dengan seksama, Big Bang Marshal memiliki performa yang sedikit lebih rendah pada hampir semua benchmark 3D (3DMark) yang kami lakukan, baik di konfigurasi single-card maupun 2-way  SLI. Perlu diketahui, kami sudah mengulang hasil tes diatas sedemikian rupa dan masih mendapat hasil serupa. Beda performanya sangat kecil memang dan user biasa mungkin tidak akan mengetahui bedanya saat bermain game. Namun bagi overclocker yang mengejar performa tertinggi untuk mengalahkan world record, hal ini bisa menjadi suatu kelemahan yang fatal.

Dugaan kami, selisih performa ini terjadi karena chip Lucid yang dipasang menyebabkan sedikit ‘latency’ atau delay dari VGA Card ke PCIe controller pada CPU, meskipun chip lucid tersebut tidak aktif dan drivernya tidak diinstall. Kejadian ini juga sering terdapat di board yang memasang satu atau bahkan dua buah chip NF200 untuk mendukung 3-way/4-way SLI, dimana chip NF200nya malah mengakibatkan sedikit penurunan performa pada benchmark.

Dilihat dari keputusan MSI untuk memasang chip Lucid di board ini, terlihat bahwa mereka berminat untuk memberikan user fleksibilitas lebih dalam memasang konfigurasi multi-GPU. Sayang sekali fleksibilitas yang lebih  ini harus ditebus dengan sedikit pinalti performance.

Kalau kami boleh memberi pendapat, seandainya menggunakan 2x chip NF200 dapat memberikan fitur 4-way SLI diboard ini, kami memilih penggunaan 2x chip NF200, karena 4-way SLI akan berguna bagi overclocker yang ingin menjalankan 3Dmark2003 dengan 4x GTX580. Mengingat benchmark 3DMark2003 sangat menyukai prosesor Sandy Bridge daripada prosesor Gulftown, sebuah board P67 yang memiliki dukungan 4-way SLI akan membuatnya menarik dimata overclocker.

Namun walau memiliki performa 3D benchmark yang sedikit lebih rendah,  dalam benchmark CPU(superPI, 3DMark CPU tests) board ini memiliki performa cukup baik, tidak ada pengurangan performa yang berarti dibandingkan board P67 pada umumnya.

Akhir kata, MSI telah membuat sebuah board P67 yang potensial bagi overclocker , setidaknya dilihat dari spesifikasi VRM yang mereka buat dan juga dukungan fitur-fitu overclocking yang bertaburan pada board ini. Namun pekerjaan MSI tidak selesai sampai disini saja, karena mereka masih mempunyai ‘pekerjaan rumah’ untuk terus mengembangkan board ini dan memperbaiki sedikit bug yang terdapat padanya (seperti bug BCLK).

Nah, sampai disini saja pengujian kami kali ini. Sampai jumpa pada review kami selanjutnya, hanya di JagatReview!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 15, 2026 - 0

Review HP Omnibook 3 14-hu0115TU: Laptop yang Cocok Buat Pelajar, Mahasiswa dan Pekerja Kantoran

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Polikarbonat Warna…
August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Polikarbonat Warna…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Bodi HyperX OMEN 16 Valorant Edition Form Factor Clamshell atau…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

Bodi Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Form Factor…

Gaming

August 17, 2026 - 0

Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Perlihatkan Performa Gaming Mobile Tinggi

Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro mencetak 4,83 juta poin…
August 16, 2026 - 0

Monitor OLED Alami Peningkatan Pasar di Tengah Kenaikan Harga Memori

Monitor OLED kini makin laku terjual, dengan pengiriman global naik…
August 16, 2026 - 0

LuvPlace Buka Masa Pre-Registration, Hadirkan Game Dance & Social Hangout

LuvPlace buka pre-registration di Indonesia, dengan konsep game dance, social…
August 16, 2026 - 0

Modder Berhasil Kemas Steam Deck ke Dalam Handheld Mirip Game Boy

Modder mengubah Steam Deck menjadi handheld ringkas bergaya Game Boy,…