Mengenal Konektor Display di VGA Card

Reading time:
July 19, 2015

Display Port

Display Port

Konektor yang satu ini didesain sebagai pengganti dari DVI yang menggunakan sinyal digital secara penuh. Berbeda dengan HDMI yang ditujukan untuk multimedia (video dan audio), Display Port secara standar bisa diatur untuk mentransmisikan data video saja, audio saja, atau keduanya secara bersamaan. Display Port sendiri juga memiliki beberapa pin multifungsi yang bisa dimanfaatkan untuk transmisi beberapa data lain, termasuk untuk USB. Konektor ini telah mendukung hot plug.

DP Connector
Sumber gambar: Wikipedia

Resolusi maksimal yang didukung oleh DIsplay Port akan tergantung dari bandwidth yang bisa diberikan oleh konektor. Secara umum, dengan standar terbaru Display Port 1.3, pengguna bisa menggunakan 1 Display Port untuk 1 monitor dengan resolusi hingga 8192 × 4320 di 60 Hz. Juga, karena mendukung sistem daisy-chain, atau penggunaan satu konektor untuk multiple display, 1 Display Port juga mendukung hingga 2 monitor beresolusi 3840 x 2160 di 60 Hz, 4 monitor 2560 x 1440 di 60 Hz atau 8 monitor 1920 x 1080 di 60 Hz.

mini_displayport

Display Port sendiri memiliki kompatibilitas dengan berbagai standar konektor lain yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Salah satunya adalah Thunderbolt dengan konektor Mini Display Port. Selain itu, terdapat juga standar seperti wDP (Wireless Display Port), DockPort, dan USB 3.1 Type-C yang juga bisa mengusung Display Port. Hal itu membuat Display Port memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi karena bisa disertakan dalam konektor lain. Namun, khusus untuk di VGA card, konektor yang digunakan adalah Display Port standar dan Mini Display Port.

Sinyal digital yang digunakan Display Port memungkinkannya untuk menjalankan fitur yang membutuhkan sinyal digital, seperti 3D, G-Sync/Free Sync, serta AMD VSR/NVIDIA DSR. Untuk transmisi sinyal, berbeda dengan konektor lain yang memanfaatkan data video tidak terkompres, Display Port menggunakan protokol mini-packet sehingga memungkinkan transmisi data video lebih besar dengan jumlah pin di konektor yang terbatas. Itulah hal utama yang membedakannya dengan HDMI, konektor modern lain.

fullink_101258789_s
Display Port to HDMI. Selain pengaturan pin-out, adapter ini juga melakukan konversi daya dari 3.3 V di Display Port ke 5 V sesuai standar HDMI.

Konektor Display Port sendiri dilengkapi dengan standar Display Port Dual-Mode yang memungkinkannya dikonversi ke konektor HDMI atau DVI-D Single-Link dengan memanfaatkan adapter pasif. Ketika mendeteksi adanya adapter terpasang, Display Port yang telah mendukung Display Port Dual-Mode akan otomatis melakukan penyesuaian sehingga kompatibel dengan HDMI atau DVI-D SIngle-Link. Berdasarkan standar terbaru untuk Display Port Dual-Mode, penggunaan adapter akan membuat Display Port yang dikonversi memberikan kemampuan yang serupa dengan HDMI 1.4a.

Kabel Display Port sendiri bisa mencapai panjang 15 meter untuk transmisi data video resolusi hingga 1920 x 1080 di 60 Hz. Namun, untuk kemampuan terbaik dari Display Port, kabel yang disarankan harus memiliki panjang maksimal 3 meter.

Penutup

Jadi, sudah tahu konektor mana yang harus Anda pilih untuk mendapatkan tampilan di layar yang sesuai dengan keinginan Anda? Pemilihan konektor yang benar, dan juga kabel yang benar, akan membuat Anda mendapatkan tampilan yang sesuai dengan keinginan Anda, baik itu dari sisi resolusi ataupun fitur tambahan lain. Pastikan ketika memilih konektor yang akan digunakan, semua kebutuhan Anda bisa terpehuni oleh konektor tersebut!

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Polikarbonat Warna…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Bodi HyperX OMEN 16 Valorant Edition Form Factor Clamshell atau…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

Bodi Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Form Factor…
July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Bodi Zyrex D-Tech Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material…

Gaming

August 13, 2026 - 0

Update SteamOS Tambahkan Support Untuk Steam Frame Wireless Adapter

SteamOS beta update berikan support untuk wireless adapter milik Steam…
August 13, 2026 - 0

Commodore Hidupkan Lagi Joystick Klasik Legendaris TAC-2

Commodore menghidupkan kembali joystick legendaris Suncom TAC-2 dengan desain klasik…
August 13, 2026 - 0

Harga NVIDIA RTX 5060 Ti 16GB Naik Tajam, Kini Nyaris $805

Harga NVIDIA RTX 5060 Ti 16GB kini mencapai US$805, naik…
August 13, 2026 - 0

Stop Killing Games Ikut Gugat Sony Terkait Penghentian Disc

Stop Killing Games mendukung gugatan terhadap Sony di Belanda, terkait…