IPO Saham CXMT Tembus Hingga 466%, Langsung Rajai Bursa di China
Perusahaan memori CXMT, baru saja melakukan IPO (Initial Public Offering), dan mencetak sejarah setelah resmi melantai di Bursa Shanghai. Produsen DRAM terbesar di China itu langsung menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa saham daratan China setelah sahamnya melonjak hingga 535% pada hari pertama perdagangan, sebelum ditutup naik 466%.

Perusahaan yang sebelumnya bernama ChangXin Memory Technologies tersebut mengumpulkan dana sebesar 57,92 miliar yuan melalui IPO, dengan potensi bertambah menjadi 66,6 miliar yuan jika opsi overallotment digunakan. IPO ini menjadi yang terbesar kedua di China setelah Agricultural Bank of China pada 2010.
Lonjakan harga saham membuat valuasi CXMT mencapai sekitar 3,3 triliun yuan atau sekitar Rp 8,81 kuadriliun. Angka itu cukup untuk menggeser Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) sebagai perusahaan paling bernilai di pasar saham China.
Baca Juga: Teknologi Hyper-Threading Intel Bakal Balik Lagi, Xeon 8 Jadi Debutnya • Jagat Review
Antusiasme investor didorong oleh besarnya peluang industri semikonduktor China di tengah pembatasan ekspor teknologi dari Amerika Serikat. Penawaran saham CXMT bahkan mengalami kelebihan permintaan hingga 212 kali pada porsi investor ritel.
CXMT Jadi Produsen DRAM Terbesar Keempat
Saat ini CXMT merupakan produsen DRAM terbesar keempat di dunia setelah Samsung, SK hynix, dan Micron. Nomura juga langsung memberikan rekomendasi Buy dengan target harga 116 yuan, serta memperkirakan pangsa produksi DRAM global CXMT akan meningkat dari sekitar 10% saat ini menjadi 18% pada 2028 seiring tingginya permintaan memori untuk AI.
Meski prospeknya menjanjikan, tantangan masih besar. Nomura menilai meningkatnya tensi geopolitik AS-China, persaingan domestik, pelemahan permintaan, dan potensi kekurangan komponen dapat menghambat pertumbuhan perusahaan.
Sementara itu, analis Morningstar Jing Jie Yu menyebut keterbatasan akses terhadap peralatan manufaktur semikonduktor paling canggih masih menjadi hambatan utama CXMT. Kondisi tersebut membuat pengembangan DRAM generasi terbaru semakin sulit dan biaya produksinya terus meningkat. Menurut kalian, apakah CXMT benar-benar mampu mengejar Samsung, SK hynix, dan Micron dalam beberapa tahun ke depan?












