Mengenal AI Engineer, Ini Tugas, Skill, dan Prospek Kerjanya
Istilah AI Engineer sering dibicarakan belakangan ini. Apalagi teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) seperti machine learning, Generative AI, hingga Large Language Model (LLM) semakin berkembang.
AI Engineer adalah seorang profesional yang tugasnya membangun, mengembangkan, menerapkan, dan memelihara sistem yang menggunakan AI. Mudahnya, AI Engineer membuat teknologi AI sampai bisa digunakan oleh manusia.
Apa Itu AI Engineer?

Kalau mau lebih disederhanakan lagi, AI Engineer merupakan profesional yang memiliki keahlian di bidang AI dan machine learning. Pekerjaannya tidak hanya berkaitan dengan membuat model AI, tetapi juga memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan untuk menyelesaikan kebutuhan tertentu. Definisi dan cakupan pekerjaan AI Engineer juga dijelaskan dalam Microsoft Learn – Training for AI Engineers, yang mencakup pengembangan, pengujian model machine learning, hingga implementasi aplikasi AI.
Seorang AI Engineer tidak selalu membuat model AI dari awal. Mereka juga bisa menggunakan model AI yang sudah tersedia, kemudian mengintegrasikannya ke dalam aplikasi atau produk. Mereka juga bertanggung jawab memastikan sistem AI dapat bekerja sesuai kebutuhan.
Analoginya, kalau AI model adalah “mesin”, AI Engineer adalah orang yang memastikan mesin tersebut dapat dipasang, digunakan, dan bekerja sesuai kebutuhan sebuah produk.
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis AI Berdasarkan Kemampuan dan Teknologi yang Digunakan
Apa Saja Tugas AI Engineer?

Lantas, apa saja yang dikerjakan seorang AI Engineer? Secara umum, pekerjaannya berkaitan dengan membangun, menerapkan, dan memastikan sistem AI dapat bekerja dengan baik.
-
Mengembangkan Sistem AI
AI Engineer dapat mengembangkan sistem yang menggunakan AI untuk menyelesaikan kebutuhan tertentu. Misalnya, membuat chatbot, sistem rekomendasi, atau fitur pengenalan gambar.
-
Melatih dan Menguji Model Machine Learning
AI Engineer dapat melatih model machine learning menggunakan data yang tersedia. Setelah itu, model perlu diuji untuk memastikan hasilnya sesuai dengan kebutuhan.
-
Mengintegrasikan Model AI ke Aplikasi
Model AI yang sudah tersedia perlu dihubungkan dengan aplikasi atau produk agar dapat digunakan oleh pengguna. AI Engineer bertugas memastikan proses integrasi tersebut berjalan dengan baik.
-
Mengolah dan Menyiapkan Data
Data menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan AI. Karena itu, AI Engineer juga dapat bertugas menyiapkan, membersihkan, dan mengolah data sebelum digunakan oleh sistem AI.
-
Mengoptimalkan Performa Model
Model AI belum tentu langsung bekerja secara optimal. AI Engineer dapat melakukan berbagai penyesuaian agar model menghasilkan respons yang lebih baik, cepat, atau efisien.
-
Memantau dan Memperbaiki Sistem AI
Setelah digunakan, sistem AI tetap perlu dipantau. Jika ditemukan kesalahan atau performanya menurun, AI Engineer perlu mencari penyebab dan melakukan perbaikan.
Namun, seorang AI Engineer tidak harus mengerjakan seluruh tugas tersebut sekaligus. Ada yang lebih fokus pada pengembangan dan pelatihan model, sementara lainnya lebih banyak mengerjakan integrasi AI ke aplikasi atau mengoptimalkan performa sistem. Pembagian tugas biasanya bergantung pada kebutuhan perusahaan dan spesialisasi masing-masing AI Engineer.
Contoh Pekerjaan AI Engineer

Seperti apa contoh pekerjaan seorang AI Engineer? Berikut beberapa contohnya:
- Membuat chatbot layanan pelanggan — mengembangkan sistem yang dapat memahami pertanyaan pengguna dan memberikan respons secara otomatis.
- Membuat sistem rekomendasi produk — mengembangkan sistem yang dapat memberikan rekomendasi berdasarkan data dan pola perilaku pengguna.
- Mengembangkan sistem pengenalan gambar — membuat sistem AI yang dapat mengenali atau mengklasifikasikan objek dalam sebuah gambar.
- Membuat fitur AI untuk aplikasi — misalnya fitur penerjemahan, pencarian berbasis AI, atau fitur yang dapat membantu pengguna menyelesaikan tugas tertentu.
- Mengintegrasikan LLM ke dalam layanan — menggunakan model bahasa seperti LLM dan menghubungkannya dengan aplikasi agar dapat digunakan oleh pengguna.
- Membuat sistem prediksi — mengembangkan model yang dapat memanfaatkan data untuk memprediksi suatu hasil, misalnya permintaan produk atau potensi pelanggan.
Baca Juga: Apakah AI Bisa Salah? Ini Penjelasannya
Skill yang Dibutuhkan AI Engineer

Tertarik untuk menjadi AI Engineer? Berikut beberapa kemampuan yang sebaiknya kalian miliki:
- Programming, terutama Python, untuk membangun dan mengembangkan sistem AI.
- Machine Learning dan Deep Learning, sebagai dasar untuk memahami dan mengembangkan model AI.
- Data processing, untuk menyiapkan dan mengolah data yang digunakan dalam sistem AI.
- Matematika dan statistik dasar, yang membantu memahami cara kerja berbagai model AI.
- Pemahaman model AI, termasuk bagaimana model bekerja, dilatih, dan digunakan.
- Problem solving, karena AI Engineer perlu mencari solusi ketika sistem tidak bekerja sesuai kebutuhan.
- Cloud dan deployment, yang menjadi nilai tambah untuk menerapkan sistem AI ke lingkungan produksi.
Tidak harus langsung menguasai semuanya secara mendalam. Seorang AI Engineer bisa memiliki spesialisasi tertentu, tetapi tetap membutuhkan pemahaman dasar mengenai berbagai aspek tersebut.
Dan yang perlu diingat, bisa menggunakan ChatGPT saja belum membuat seseorang menjadi AI Engineer. Kemampuan membuat prompt yang bagus memang berguna, tetapi AI Engineer membutuhkan pemahaman yang jauh lebih luas mengenai pemrograman, data, model AI, hingga bagaimana sistem tersebut diterapkan.
Kesimpulan
Jadi, AI Engineer adalah profesional yang membangun dan menerapkan sistem berbasis kecerdasan buatan. Pekerjaannya bisa mencakup pengembangan model, pengolahan data, integrasi AI ke aplikasi, hingga memastikan sistem tersebut berjalan dengan baik.
Seiring semakin luasnya penggunaan AI, peran AI Engineer juga semakin penting karena teknologi AI tidak cukup hanya dibuat, tetapi juga harus diterapkan agar bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata.














